Selasa, 28 Februari 2012

FALL ( SEMOGA JADI NOVEL) PART 1

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan adalah dua jenis manusia yang ditakdirkan untuk bersatu. Entah dalam hal hubungan apa persatuannya, yang mutlak adalah laki-laki membutuhkan perempuan begitu juga dengan perempuan yang membutuhkan sosok kharismatik yang dimiliki laki-laki. Jika pada umumnya laki-laki dan perempuan dipersatukan dalam sebuah kebersamaa didalam ikatan suci yang dilandasi cinta, bagaimana jika cinta itu telah lama datang tapi waktu tak kunjung memberikan izinnya untuk mepersatukan dua jenis manusia. Apakah mereka harus menunggu untuk bersatu atau mungkin mereka memiliki takdir lain yang harus mereka jalani? Apakah cinta tidak terlalu kuat untuk merobohkan dinding waktu menuju sebuah takdir yang dianggap lebih baik? Ataukah takdir yang dianggap tidak baik merupakan suatu keegoisan karena hilangnya kepercayaaan terhadap cinta itu sendiri? Takdir, dialah akhir dari sebuah perjuangan. Setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam memperjuangkan kebahagiaannya. Tapi, semua kembali pada waktu, yakng menjadi klimaks kisah berlafaskan cinta.
BAGIAN 1
10 tahun yang lalu….
Koridor sekolah tua yang berarsitektur belanda itu tampak lengang. Hanya sesekali  saja satu atau dua murid keluar kelas untuk sekedar mencuci muka atau ke toilet. Sementara langit tampak tak terlalu bersahabat, sekolah itu berpayung awan hitam dan kilatan petir yang saling menyahut satu sama lain seolah ingin menunjukkan keperkasaan dewa langit penopang mereka. Di sebuah sudut kelas, tampak seorang gadis muda menyandarkan kepalanya kedinding, matanya terpejam, ia sama sekali tak memperhatikan gurunya yang sibuk menerangkan proses terbentuknya janin pada manusia. Ia hanya fokus pada tidurnya, hingga tak menyadari guru yang ia acuhkan mendekat dan membawa gulungan koran.
“ JELASKAN BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA JANIN PADA MANUSIA!!!” Guru biologi yang bernama Pak Raze itu memukul meja  si gadis dengan gulungan korannya yang tentu saja menyadarkan gadis muda itu dari tidur pulasnya.
“ ahhhh, janin… janin… terbentuk karena pernikahan, Pak.” Jawab gadis itu terbata. Seisi kelas menertawakannya. Ia bertambah bingung. Sementara Pak Raze sudah siap dengan gulungan koran ditangan yang berarti siap memukul kepala gadis itu dengan senjata andalannya.
“ Plakkk” Pak Raze benar2 memukul kepala gadis itu dengan gulungan korannya. Si Gadis tampak malu, namun tak bisa berkutik. Ia hanya menggaruk kepalanya sambil menahan sakit. Pak Raze tidak berhenti disitu saja, ia memerintahkan si gadis untuk berdiri diluar kelas sampai pelajaran usai. Gadis muda itu hanya bisa pasrah, iya melangkah lunglai diiringi sorakan teman-temannya.
Gadis muda itu bernama Haira, Usianya baru 16 tahun. Ia siswa kelas 2 semester akhir di sekolah itu. Ia bukanlah gadis yang peduli dengan penampilan, bisa dilihat dari gayanya yang urakan dan rambut yang acak-acakan. Dia bukanlah tipikal gadis kebanyakan yang suka berdandan disela pelajaran atau mungkin bergosip dengan sesame perempuan. Dia gadis yang lebih suka membicarakan pertandingan bola dengan laki-laki dikelasnya, atau sekadar bercanda gurau bersama mereka. Haira juga tidak terlalu tomboy yang mengarah kepada kelainan seksual. Dia gadis normal pada umumnya yang memiliki pacar, bahkan ia menjalin cinta dengan pacarnya itu sejak dibangku sekolah menengah pertama tingkat 2. Namun, saying ia harus menjalin hubungan jarak jauh dengan pacarnya yang berlainan sekolah.

 
Haira menyesali kebiasaan buruknya tertidur di kelas barusan. Ia berdiri di depan kelas dengan tatapan nanar. Pelajaran biologi Pak Raze memang sangat membosankan, guru berpenampilan klimis itu sangan suka menjelaskan proses terbentuknya janin dan proses pembuahan pada wanita. Haira merasa sangat risih karena berulang kali mendengar alat kelamin pria dan wanita di gadang-gadangkan oleh Pak Rze didepan kelas.
“ Haira… dihukum lagi?” Tanya Antony dengan suara pelan dari balik jendela di samping kelas Haira.
“ Pak Raze. Dia selalu bermasalah denganku” keluh Haira.
“ Aku bosan dengan kelas matematikaku! Ayo kita keluar dari sini sebelum Bu Liza masuk ke kelasku lagi. Dia sedang di kantor!” Antony mulai membujuk Haira untuk keluar dari sekolah.
“ Tapi Pak Raze? Aku bisa mati!” tolak Haira.
“ Peduli apa dengan Pak Raze? Sekolah ini tak akan mengeluarkanmu hanya karena kau meninggalkan pelajaran untuk bersenang-senang sebentar!” bujuk Antony.
“ Ini sudah kedua kalinya, An! Kalau nanti orangtua ku dipanggil menghadap kepala sekolah, aku harus bagaimana?”
“ Sudah jangan banyal bicara! Aku akan masuk ke kelasmu menghadap pak Raze berpura-pura ingin bicara dengan Claudi teman sebangkumu itu. Saat aku bicara, kau bergilah ke belakang toilet dan aku akan membawa tas mu.”
“ Tapi pasti Pak Raze tahu An!”
“Ia dia pasti tahu tapi dia tak mungkin bisa mengejar. Yang jelas, kau harus segera berlari kebelakang toilet dan panjatlah pagar seperti biasanya. Tunggu aku di belakang rumah Patsy, jangan kemana-mana sebelum bertemu denganku!”
“ An, kalau kau tertangkap?”
“ Aku tak mungkin tertangkap Hai… sekarang aku akan keluar, kau bersiap lari, ok?”
“ Ok.”
Antony menyandang tas nya lalu menuju kelas Haira yang bersebelahan dengan kelasnya. Seperti yang di katakan sebelunya, ia berpura-pura menghadap Pak Raze untuk minta izin bicara dengan Claudi. Sementara Haira, sudah berlari dengan kencang ke belakang toilet saat Antony mulai memasuki kelasnya. Ia memanjat pagar sekolah yang cukup tinggi itu dengan bantuan kursi bekas yang memang sudah ada disana sejak lama. Ia tak peduli dengan roknya yang tersingkap. Ia terus memanjat dan berlari ke belakang rumah Patsy yang berjarak 200 meter dari pagar sekolahnya.
“ Selamat siang Pak Raze, saya ingin bicara dengan Claudi” Antony meminta izin Pak Raze dengan sopan.
“ Ada perlu apa?” selidik Pak Raze.
“ Ada hal penting bahkan sangat penting, Pak. Tidak bisa ditunda lagi, saya harus bicara dengan Claudi.”
“ Lalu kenapa membawa tas mu? Kau mau kabur?” Pak Raze mulai curiga.
“ Tidak Pak, justru di dalam tas saya inilah informasi yang akan saya beri pada Claudi. Ini tentang kematian, Pak…” tutur Antony membuat guru killer itu pun terperdaya.
“ 5 menit!” Perintah Pak Raze. Antony bergegas menuju Claudi, tanpa basa-basi iya meminta Claudi untuk memberikan tas Haira padanya.
“ Terima kasih Pak!!!” Antony berlari keluar dengan membawa tas Haira. Mulanya Pak Raze tidak mengetahui kalau Antony membawa tas milik Haira, hingga pada akhirnya ia menemukan Haira sudah tidak berada di tempatnya berdiri tadi. Pak Raze yang sudah berumur berusaha mengejar Antony. Namun terlambat, Antony sudah lebih dulu memanjat pagar sekolah menyusul Haira.
“ Haira! “ Antony menepuk pundak gadis berambut sebahu itu.
“ Akhirnya kau datang juga” Haira Lega.
“ Cukup mudah menaklukan Pak Raze” cerita Antony.
“ Jadi, kita kemana?” Tanya Haira.
“ Café internet. Aku mau main game”
“ Tapi, seragam kita?”
“ Ini pakai jaketku, aku biarlah dengan kaos dalamku saja” kata Antony memberikan jaketnya pada Haira kemudian membuka seragamnya.
“ Kau yakin kita ke café internet?”
“ Sangat yakin, kita tak mungkin pulang ke rumah kan sekarang?”
“ Eng… kau benar. Terserah padamu saja. Yang jelas aku tidak ingin bermain game. Mungkin hanya browsing atau mungkin chatting di chatroom.”
“ Ayo, cepat lari. Sebelum keamanan sekolah menemukan kita disini” ajak Antony.
Siang itu, langit yang mendung mendadak jadi cerah bagi Haira. Beruntung baginya punya teman sebaik Antony. Walau mereka sering dilanda gossip berpacaran, namun mereka selalu meyakinkan satu sama lain kalau tidak ada yang bisa menggantikan persahabatan mereka bahkan cinta. Karena itulah Haira percaya, ia takkan pernah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri siapapun itu. Dan Antony, sesungguhnya sudah memiliki pacar di sekolah yang lain sama seperti Haira.
Mereka tiba di café internet yang cukup jauh dari sekolah mereka. Antony bergegas menuju komputer yang tak bertuan, begitu juga dengan Haira. Sementara Antony sibuk dengan game onlinenya. Haira lebih memilih membuka jejaring sosial miliknya. Ia hanya sesekali membuka messenger. Diliriknya Antony yang seakan tak peduli lagi dengan sekitarnya, Haira mulai merasa kebosanan menderanya. Dengan ragu ia membuka sebuah chatroom dan mulai membuat username dengan nama yang aneh. Haira sebenarnya bingung dengan apa yang dilakukannya. Ia jelas sudah memiliki pacar, jadi buat apa ia masuk ke chatroom yang sebagian besar penggunanya adalah orang-orang yang ingin mencari kenalan, pacar, atau bahkan selingkuhan. Saat Haira ingin  keluar dari chatroom itu, tiba-tiba sebuah akun manyapanya.
COUPUZ45          :               Hi
Haira mengurungkan niatnya utnuk keluar dari chatroom yang dianggapnya aneh itu. Senyum kecil tersungging dibibirnya saat akun bernama COUPUZ45 menyapanya. Aneh memang, tapi perasaan aneh ini berkecamuk dihatinya. Dengan tanpa ragu ia membalas akun itu.
CHAIRAZGIRL     :               Hi Juga J
COUPUZ45          :               Kuliah juga?
CHAIRAZGIRL     :               Nope, Sekolah. Tahu bangunan tua menyeramkan di dekat universitas Wisdom?
COUPUZ45          :               Bangunan tua menyeramkan di dekat universitas Wisdom? Maksudmu Sekolah Menengah Atas Kindness?
CHAIRAZGIRL     :               Kau tahu? Kau berasal dari kota yang sama denganku ya?
COUPUZ45          :               Aku baru saja diterima di Universitas Wisdom tanpa tes. Hey… kau masih SMA kan?
CHAIRAZGIRL     :               Ya, aku kan sudah mengatakannya padamu.
COUPUZ45          :               Setahuku ini bukan jam pulang untuk anak SMA. Kau bolos? Atau kau ini laki-laki yang menyamar jadi perempuan? Mana berani anak perempuan bolos.
CHAIRAZGIRL     :               Aku perempuan, dasar bodoh!
COUPUZ45          :               Kau pikir aku percaya? Aku saja tidak melihatmu! Buktikan!
CHAIRAZGIRL     :               Kau butuh Friendster-ku mungkin?
COUPUZ45          :               Just give it to me
CHAIRAZGIRL     :               Ternyata ini modus baru untuk berkenalan di friendster hahahaha. HAIRA AMBER. Cari saja nama itu.
COUPUZ45          :               Nice Name. tolong tambahkan aku jadi temanmu. Mine ALFA ROMAN.
CHAIRAZGIRL     :               Tenang saja J. Oh iya, berarti kau ini baru selesai ujian akhir kelas 3 SMA?
COUPUZ45          :               Ya, bulan depan aku sudah mulai kuliah. Kau sendiri tingkat berapa?
CHAIRAZGIRL     :               Tingkat 2, bulan depan aku akan jadi tingkat tiga hehe
COUPUZ45          :               I know that. Lalu, kenapa kau bolos?
CHAIRAZGIRL     :               BOSAN. Temanku mengajakku keluar.
COUPUZ45          :               Temanmu itu, laki-laki?
CHAIRAZGIRL     :               Ya.
COUPUZ45          :               Pacarmu?
CHAIRAZGIRL     :               Bukan, dia sahabatku :P
COUPUZ45          :               Oh, Ok. Kalau kau tingat dua, mungkin kau kenal dengan adik sepupuku. Dia bersekolah ditempat yang sama dengamu, dia tingkat satu. Namanya Irren.
CHAIRAZGIRL     :               Irren yang suka organisasi sekolah? Ehmm ketua madding? Banyak nama Irren disekolah ini.
COUPUZ45          :               Bukan, dia sedikit kalem. Tinggal di Blocks Hill.
CHAIRAZGIRL     :               Oh, Irren yang itu! Dia tetanggaku! Haha. Dunia ini begitu sempit. Menemukan orang di chatroom yang ternyata sepupu tetanggaku.
COUPUZ45          :               Haha, kau benar. Mungkin suatu hari kita harus bertemu. Aku sudah punya friendstermu. Kalo nomer ponselmu boleh?
CHAIRAZGIRL     :               Biasanya aku tidak member nomer ponselku pada orang yang tak kukenal. Berhubung kau sepupu tetanggaku, maka ambilah!!! LOL 08788374658
COUPUZ45          :               Haha, aku akan mengirimimu pesan secepatnya. Mungkin menelpon jika kau izinkan. Haha.
“ Wah, sepertinya kau menemukan teman ngobrol yang baik” Antony tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Haira. Haira terkejut, ia melempar senyum kearah Antony.
“ Ayo Pulang Haira, aku bosan. Kita pergi ketempat lain saja” ajak Antony.
“ Tunggu sebentar, aku ingin mebgucapkan selamat tinggal dulu padanya” Pinta Haira.
“ 5 menit ya’ Canda Antony.
CHAIRAZGIRL     :               Sepertinya aku harus Offline. Temanku sudah mengajakku keluar dari café internet ini
COUPUZ45          :               Kuhubungi kau nanti, OK?
CHAIRAZGIRL     :               OK. Bye.
COUPS45             :               BYEEEE
CHAIRAZGIRL IS OFFLINE.




TO BE CONTINUED

anggap saja Haira
Anggap saja Antoni

the Coupuz!!! ALFA ROMAN

0 comments:

Posting Komentar

 

kasur busuk Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review