Kamis, 01 Maret 2012

FALL ( SEMOGA JADI NOVEL) PART 2

***
Antony mengajak Haira ke sebuah café di sudut jalan. Café Fantastico terlihat apik dengan desain Prancis yang kental. Antony dan Haira senang menghabiskan waktu mereka disini mengobrol berdua sambil menyeruput capucino atau kopi hitam favorit Haira. Haira tidak pernah mengajak pacarnya Dickney kesini, begitu juga dengan Antony. Bagi mereka, café ini adalah tempat khusus untuk mereka berdua. Hanya mereka yang boleh duduk disudut café dengan jendela yang luas sambil bercanda tawa. Antony bahkan kadang tak sungkan menunggu hingga tempat favorit mereka itu selesai dipakai orang.
Haira mengikat rambut sebahunya sementara Antony memperhatikan Haira sambil tersenyum simpul. Haira tampak salah tingkah, sahabatnya itu kali ini menatapnya terlalu dalam. Hal ini membuatnya canggung, ia membalas senyum simpul Antony dengan senyum aneh yang terkesan bingung. Antony tertawa, diambilnya pena didalam tas nya kemudian menuliskan sesuatu di menu.
YOU ARE BEAUTIFUL, HAI….

 
Iya memperlihatkan tulisannya itu pada Haira. Haira makin canggung kemudian mengambil menu itu dan mengerutkan mukanya pada Antony. Ia makin salah tingkah, ia takut sahabatnya ini jatuh cinta padanya seperti yang dibicarakan teman-temannya, walaupun mungkin terlalu percaya diri baginya jika menganggap Antony menyukainya.
“ Don’t worry, Hai. Aku tidak jatuh cinta padamu kok.” Antony seolah bisa membaca hati Haira. Haira tertegun, sahabatnya ini tahu saja apa yang dipikirkannya.
“ Syukurlah…. Aku hampir saja gila dengan tatapan anehmu itu”  jawab Haira lega.
“ Hahaha, aku hanya mencoba mempraktekkan apa yang kulakukan pada gadis-gadis diluar sana Hai. Ternyata semua gadis itu salah tingkah bila kuperhatikan” canda Antony.
“ Dasar bodoh, aku bukan salah tingkah karena tatapanmu itu! Justru aku takut dengan tatapanmu itu, takut kau jatuh cinta padaku.. aku kan terlalu canti An…” balas Haira.
“ Dasar… ngomong-ngomong, bagaimana hubunganmu dan Dickney? Masih betah dengannya?”
“ Tentu saja! Dia cinta pertamaku! Kau tahu itu kan!”
“ dasar wanita, setiap lelaki yang lama dipacarinya dianggap cinta pertama. Sudah berapa lama kau tak bertemu dia?”
“ ehmmm… dua bulan mungkin…”
“ Dua bulan??? Come on Hai, dia dan kau itu Cuma berjarak 20 kilometer saja!!! Sesibuk itukah dia sampai tak bias menemuimu sebentar saja? Lihat dirimu, masih banyak pemuda-pemuda tampan dan baik hati menunggumu diluar sana! Bodoh sekali…”
“ Antony… dia sibuk. Aku harus mengerti kondisinya. Dia bukan orang kaya yang bisa bertemu denganku kapan saja, An. Aku harus mengerti dia.”
“ tapi kau terlalu bodoh, Hai. Siapa yang tahu dia disana ternyata punya pacar lain? Kau harus sering berkomunikasi dengannya. Dia sudah menelponmu hari ini?”
“ ehmmm… sudah seminggu dia tidak menelpon, An…” curhat Haira
“ Apa? Seminggu? Laki-laki itu mempermainkanmu Haira!”
“ Tapi aku sudah 3 tahun bersamanya. Utnuk apa dia mempermainkanku? Dia sibuk An!”
“ Percaya padaku, kali ini kau harus percaya! Kau harus mencari tahu apa yang dilakukannya selama ini! Aku tak mau kau terluka, Hai. Kau sahabatku, seperti saudaraku”
“ Trims. Tapi, aku rasa aku tidak perlu menyelidikinya. Biarlah waktu saja An yang membuktikannya.”
“ Minum dulu kopimu itu, nanti dingin” Antony menyodorkan kopi hitam yang diantar oleh waiter cafe fantastico.
“ kau harus menanyakan hubunganmu ini pada Dickney secepatnya” Antony menasehati Haira sambil menyeruput capucino nya.
“ aku kan sudah bilang, biar waktu saja yang membuktikannya” Haira meniup gelas berisi kopi panas miliknya.
“ Oh ya, ceritakan tentang teman chatting barumu itu yang kau beri nomer ponselmu secara Cuma-Cuma. “ Antony mulai penasaran.
“ kau ini… aku tak tahu banyak tentangnya. Dia hanya bilang kalau dia lulus di universitas Wisdom tanpa tes itu saja. Oh ya, dia juga ternyata sepupu tetanggaku. Karna itu aku memberinya nomer ponselku Cuma-Cuma. Hanya penasaran saja”
“ Penasaran atau mungkin tertarik” selidik Antony.
“ Sedikit tertarik mungkin. Dia pintar. “
“ haha, dasar. Tapi kau benar. Kepintaran itu tak kau dapat di pacarmu si Dickney itu.”
“ Antony! Stop menghinanya terus” pinta Haira.
“ Aku Cuma bercanda. “
“ Iya aku tahu. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada kita besok di sekolah? Hukuman apalagi?”
“ entah, skorsing mungkin.” Jawab Antony enteng.
“ What??? Kalau di skors aku bisa gila!”
“ kita bisa liburan kalau di skors”
“ mungkin kau bisa, tapi aku? Liburan di neraka!”
“ hahaha. Pinjam ponselmu boleh?”
“ untuk apa? Pakai ponselmu sendiri sana!”
“ kejam sekali! Aku Cuma pinjam sebentar,  dasar bodoh.”
“ dasar, ini ambil” Haira menyodorkan ponselnya sambil cemberut.
“ foto macam apa ini?” Antony mengomentari wallpaper ponsel milik Haira.
“ kau ini!!! Kerjanya hanya mengejekku saja! Kembalikan ponselku!” Haira mencoba merebut ponselnya. Tapi, tiba-tiba ponsel itu bordering dan mengagetkan mereka berdua.
“ siapa An? Ayahku?” Haira panic.
“ Bukan, bukan ayahmu. Tidak ada namanya.”
“ Mungkin dari sekolah! Tak usah angkat !” Haira makin panik.
“ Hah? Tidak mungkin. Mungkin ini dari pacarmu di Dickney itu” Antony kemudian mengangkat dari nomer tak dikenal itu.
“Hallo?” Antony mencoba memulai pembicaraan.
“ Eng…. Halo, ini bukannya nomer ponsel Haira?” Tanya suara laki-laki diseberang sana.
“ Iya, ada apa? Ini siapa? Apa kau ini Dickney?” Tanya Antony.
“ Dickney? Oh bukan, bisa berikan ponsel ini pada Haira. Bilang padanya Alfa menelpon”
“ Alfa? Siapa Alfa? Ya sudah kuberikan ponselnya pada Haira.” Antony menyodorkan ponsel milik  Haira padanya. Haira makin bingung.
“ Siapa, An?” Haira berbisik.
“ Entah, Alfa katanya. Bicara sana!” perintah Antony.
“ Alfa?”
“ Iya sudah sana bicara, ambil ponselmu ini!” . Haira mengambil ponselnya kemudian menjawab telepon dari orang yang mengaku bernama Alfa.
“Halo…” Haira berucap pelan.
“ Haira, ini aku Alfa. Masih ingat?”
“ Eng… eh Alfa? Alfa yang chat denganku barusan?” Haira sedikit syok.
“ Hehe, kau masih mengingatku ternyata. Masih bolos dengan temanmu?”
“ Eh iya. Kami sedang minum kopi di café fantastico. Cepat sekali kau menelpon”
“ hehe, menggangumu ya?”
“ Hairaaaaaaaa…. Siapaaaa itu Hairaaaaaaaa? Lalalalala Hairaaaaaaa” Antony mebggoda Haira.
“ Ssssst!” Haira membungkam mulut Antony.
“ Eh, Alfa maaf ya tadi itu temanku Antony. Dia memang suka begitu” Haira berusaha menjelaskan kegaduhan yang dibuat oleh Antony.
“ Tidak apa. Aku ingin kita kopi darat, hehe”
“ Hah? Kopi darat?” Haira terkejut.
“ Apa? Kopi darat?” Antony ikut terkejut.
“ Sssst Antony, diam!!!” Haira mulai kesal. Antony hanya bisa tertawa kecil.
“ Haira, ada apa?” Tanya Alfa.
“ Eh, tidak… bisa kita bicara nanti saja? Temanku ini sangat menggangu” Pinta Haira.
“ Ouh…. Ya sudah… bisa simpan nomerku kan?”
“ Tentu, nanti aku hubungi” Haira gugup.
“ Bye Haira”
“ Bye Alfa” Haira menutup telpen dari Alfa. Jantungnya tak karuan, terlebih Antony makin menggodanya.
“ Hahaha, kau harus menemuinya. Siapa tahu dia jodohmu” goda Antony.
“ Siapa? Alfa? Sembarangan!”
“ Sudah temui saja.”
“ Tidak, Dickney bagaimana?”
“ Kau masih memikirkan pria itu!”
“ Dia pacarku, An…”
“ Saranku, kau temui saja Alfa. Kita tak kan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya Hai”
“ Kita lihat nanti. Ngomong-ngomong, kopiku habis. Ayo pergi dari sini”
“ Kemana?”
“ Beli es krim”
“ Tak takut gendut?”
“ Sudah, lupakan berat badan. Aku yang traktir.”
“ Bagaimana kalau makan siang saja? Sudah waktunya makan siang.”
“ Hmmm… tidak jadi traktir ya.” Cengir Haira.
“ Selalu seperti itu. Ya sudah, ayo kita makan burger.”
“ Ditempat biasa?”
“ Tentu saja. Ayo!” Antony dan Haira kemudia keluar dari café fantastico dan melanjutkan petualangan mereka menuju kedai burger di sebuah pusat perbelanjaan. Haira memesan  2 Burger deluxe dengan kentang goreng dan soft drink, sementara Antony menunggu di meja makan. Haira meletakkan nampan berisi burger dan makannan lain diatas meja. Antony sibuk mengutak-atik ponsel baru miliknya. Haira menatap Antony, kali ini giliran Antony yang salah tingkah.
“ Hey Bodoh, apa yang kau lakukan? Jangan menatapku seperti itu!” Antony terlihat risih.
“ Haha, aku hanya membalas apa yang sudah kau perbuat. Ternyata ini rasanya membuatmu salah tingkah” Canda Haira.
“ Diamlah…. Makan saja sana” Antony mengambil burger miliknya. Haira mengambil bagiannya. Mereka makan dengan lahap. Hari itu terasa menyenangkan walau akan ada badai mengancam esok hari. Akan ada hukuman-hukuma itu, yang menanti mereka di sekolah. Tapi hari itu mereka tampak melupakan semuanya. Mereka hanya peduli pada kebahagiaan mereka hari ini. Kebahagiaan yang berbuah dari sebuah persahabatan indah.
***
“ Haira!!!” Teriak Claudi dari ujung koridor. Suaranya terengah. Ia terlihat sangat panik. Haira berjalan menuju Claudi dengan muka serius. Sepertinya terjadi masalah. Mungkin karena kenakalan mereka kemarin.
“ Ada apa?” Tanya Haira.
“ Antony!” Claudi makin panik.
“ Iya, ada apa dengan Antony? Dia sudah dihukup Pak Raze terlebih dulu?”
“ Bukan!” Kepanikan Claudi tidak berkurang.
“ Iya, apa?”
“ Dia masuk rumah sakit!” Claudi meneruskan kata-katanya.
“ Apa???” Haira syok.  “ Apa yang terjadi padanya?”
“ Ia hampir mati dibunuh, entah siapa yang tega melakukan itu padanya”
“ dibunuh? Dia dirawat dimana?” Haira khawatir
“ Algebra Hospital. Jangan bilang kau kesana sekarang! Kau sudah membolos kemarin! Kita lihat dia pulang sekolah nanti!” saran Claudi.
“ Bagus kalau kau tahu, sebelum pak Raze melihat dan sebelum bel masuk berbunyi aku akan pergi dari sini. Tolong atur semuanya. Aku percaya padamu” Haira menepuk pundak Claudi lalu meninggalkannya menuju tembok belakang sekolah dan melompatinya. Hatinya bergemuruh, sahabatnya dalam keadaan kritis sekarang. Setahunya Antony tidak punya masalah dengan orang-orang jahat. Tega sekali orang yang sudah hampir membunuh temannya itu, hatinya terus bergejolak. Ia berjanji tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah melakukan hal jahat pada Antony. Nafasnya terengah, ia segera menuju , resepsionis rumah sakit sesaat setelah sampai disana.
“ Maaf, Antony William… Dimana kamarnya?” Haira menanyai petugas rumah sakit.
“ Antony William, hmm pasien penusukan yang masih SMA?” Tanya resepsionis.
“ Ya, dimana kamarnya?”
“ Pasien masih dalam masa penyembuhan, kamarnya di lantai 3 nomor bangsal 86.”
“ Terima kasih” Haira kemudian berlari menuju lift untuk menemui Antony. Hatinya benar-benar kacau. Ia sungguh khawatir dengan keadaan Antony.


BERSAMBUNG....
Haira

Claudi

Alfa

Antony

0 comments:

Posting Komentar

 

kasur busuk Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review